Minggu, 25 Agustus 2013

PENDIDIKAN BERORIENTASI KECAKAPAN HIDUP


Kecakapan Hidup (Life Skill) Adalah Kemampuan Dan Keberanian Untuk Menghadapai Problema Kehidupan, Kemudian Secara Proaktif Dan Kreatif, Mencari Dan Menemukan Solusi Untuk Mengatasinya

Pengertian kecakapan hidup lebih luas dari keterampilan vokasional atau keterampilan untuk bekerja. Orang yang tidak bekerja, misalnya ibu rumah tangga atau orang yang sudah pensiun, tetap memerlukan kecakapan hidup. Seperti halnya orang yang bekerja, mereka juga menghadapi berbagai masalah yang harus dipecahkan. Orang yang sedang menempuh pendidikan pun memerlukan kecakapan hidup, karena mereka tentu juga memiliki permasalahannya sendiri. Bukankah dalam hidup ini, dimanapun dan kapanpun, orang selalu menemui masalah yang memerlukan pemecahan?

Kecakapan Hidup Dapat Dipilah Menjadi Dua Jenis Utama, Yaitu:
Kecakapan hidup yang bersifat umum (generic life skill/ GLS), yang mencakup kecakapan personal (personal skill/PS) dan kecakapan sosial (social skill/SS). Kecakapan personal mencakup kecakapan akan kesadaran diri atau memahami diri (self awareness) dan kecakapan berpikir (thinking skill), sedangkan kecakapan sosial mencakup kecakapan berkomunikasi (communication skill) dan kecakapan bekerjasama (collaboration skill).
Kecakapan hidup spesifik (specific life skill/ SLS), yaitu kecakapan untuk menghadapi pekerjaan atau keadaan tertentu, yang mencakup kecakapan akademik (academic skill) atau kecakapan intelektual dan kecakapan vokasional (vocational skill). Kecakapan akademik terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan pemikiran, sehingga mencakup kecakapan mengidentifikasi variabel dan hubungan antara satu dengan lainnya (identifying variables and describing relationship among them), kecakapan merumuskan hipotesis (constructing hypotheses), dan kecakapan merancang dan melaksanakan penelitian (designing and implementing a research). Kecakapan vokasional terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan keterampilan motorik. Kecakapan vokasional mencakup kecakapan vokasional dasar (basic vocational skill) dan kecakapan vokasional khusus (occupational skill).

KECAKAPAN HIDUP UMUM
Kecakapan Personal
Kecakapan personal mencakup kecakapan akan kesadaran diri atau memahami diri (self awareness) dan kecakapan berpikir (thinking skim).

Kesadaran Diri
Kecakapan kesadaran diri pada dasarnya merupakan penghayatan diri sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa, sebagai anggota masyarakat dan warga negara, sebagai bagian dari lingkungan, serta menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sekaligus menjadikannya sebagai Modal untuk meningkatkan diri sebagai idividu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungannya.
Pendidikan untuk mengembangkan kesadaran diri seringkali disebut sebagai pendidikan karakter, karena kesadaran diri akan membentuk karakter seseorang. Karakter itulah yang pada saatnya terwujudkan menjadi perilaku yang bersangkutan. Oleh karena itu banyak ahli yang menganjurkan penumbuhan kesadaran diri ini yang perlu dikembangkan sejak usia dini dan diupayakan menjadi kehidupan keseharian di rumah maupun di sekolah.

Kecakapan Berpikir
Kecakapan berpikir pada dasarnya merupakan kecakapan menggunakan pikiran/rasio kita secara optimal. Kecakapan berpikir mencakup antara lain kecakapan menggali dan menemukan informasi (information searching), kecakapan mengolah informasi dan mengambil keputusan secara cerdas (information processing and decision Making skills), serta kecakapan memecahkan masalah secara arif dan kreatif (creative problem solving skill) .
Untuk memecahkan masalah memang dituntut kemampuan berpikir rasional, berpikir kreatif, berpikir alternatif, berpikir sistematis, berpikir lateral dan sebagainya. Oleh karena itu, pola berpikir tersebut perlu dikembangkan di sekolah dan kemudian aplikasikan dalam bentuk pemecahan masalah. Model pembelajaran pemecahan masalah (problem based instruction) dapat diterapkan untuk maksud tersebut.

Kecakapan Sosial
Berikutnya, kecakapan sosial atau kecakapan antaar-personal (inter-personal skill) mencakup antara lain kecakapan komunikasi dengan empati (communication skill) dan kecakapan kerjasama (collaboration skill) .

Kecakapan Komunikasi
Komunikasi dapat melalui lisan atau tulisan. Untuk komunikasi lisan, kemampuan mendengarkan dan menyampaikan gagasan secara lisan perlu dikembangkan. kecakapan mendengarkan dengan empati akan membuat orang mampu memahami isi pembicaraan orang lain, sementara lawan bicara  merasa diperhatikan dan dihargai.
Kecakapan menyampaikan gagasan dengan empati, akan membuat orang dapat menyampaikan gagasan dengan jelas dan dengan kata-kata santun, sehingga pesannya sampai dan lawan bicara merasa dihargai. Dalam tahapan lebih tinggi, kecakapan menyampaikan gagasan juga mencakup kemampuan meyakinkan orang lain.
Pada era iptek ini, komunikasi sudah banyak menggunakan teknologi, misalnya telepon, internet, tele-conference dan sebagainya. Oleh karena itu dalam kecakapan komunikasi juga tercakup kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan teknologi.

Kecakapan Berkerjasama
Kecakapan bekerjasama sangat diperlukan karena sebagai makhluk sosial, dalam kehidupan sehari-hari manusia akan selalu bekerjasama dengan manusia lain. Kerjasama bukan sekedar "kerja bersama" tetapi kerjasama yang disertai dengan saling pengertian, saling menghargai dan saling membantu. Studi mutakhir menunjukkan kemampuan kerjasama seperti itu sangat diperlukan untuk membangun semangat komunalitas yang harmonis.
Dua kecakapan hidup umum yang diuraikan di atas (kecakapan personal dan kecakapan sosial) diperlukan oleh siapapun, baik mereka yang bekerja, mereka yang tidak bekerja dan mereka yang sedang menempuh pendidikan. Kecakapan hidup umum berfungsi sebagai landasan untuk belajar lebih lanjut (learning how to learn) dan bersifat transferable, sehingga memungkinkan digunakan untuk mempelajari kecakapan-kecakapan lainnya. Oleh karena itu beberapa ahli menyebutnya sebagai kecakapan dasar dalam belajar (basic learning skill).


KECAKAPAN HIDUP SPESIFIK
Kecakapan akademik
Kecakapan akademik (academic skill/AS) yang seringkali juga disebut kecakapan intelektual atau kemampuan berpikir ilmiah pada dasarnya merupakan pengembangan dari kecakapan berpikir pada GLS. Jika kecakapan berpikir pada GLS masih bersifat umum, kecakapan akademik sudah lebih mengarah kepada kegiatan yang bersifat akademik/keilmuan. Hal ini didasari pemikiran bahwa bidang pekerjaan yang ditangani memang lebih memerlukan kecakapan berpikir ilmiah.
Kecakapan akademik mencakup antara lain kecakapan melakukan identifikasi variabel dan menjelaskan hubungannya pada suatu fenomena tertentu (identifying variables and describing relationship among them), merumuskan hipotesis terhadap suatu rangkaian kejadian (constructing hypotheses), serta merancang dan melaksanakan penelitian untuk membuktikan suatu gagasan atau keingintahuan (designing and implementing a research).
Pengembangan kecakapan akademik yang disebutkan di atas, tentu disesuaikan dengan tingkat berpikir siswa dan jenjang pendidikan. Namun perlu disadari bahwa kecakapan itu dapat dikembangkan melalui berbagai mata pelajaran/mata kuliah di berbagai jenjang pendidikan.

Kecakapan vokasional
Kecakapan vokasional (vocational skill/VS) seringkali disebut pula dengan "kecakapan kejuruan", artinya kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat. Kecakapan vokasional lebih cocok bagi siswa yang akan menekuni pekerjaan yang lebih mengandalkan keterampilan psikomotor daripada kecakapan berpikir ilmiah.
Kecakapan vokasional mempunyai dua bagian, yaitu: kecakapan vokasional dasar (basic vocational skill) dan kecakapan vokasional khusus (occupational skill) yang sudah terkait dengan bidang pekerjaan tertentu. Kecakapan vokasional dasar mencakup antara lain: melakukan gerak dasar, menggunakan alait sederhana yang diperlukan bagi semua orang yang menekuni pekerjaan manual (misalnya palu, obeng dan tang), dan kecakapan membaca gambar sederhana. Di samping itu, kecakapan vokasional dasar mencakup aspek sikap taat asas, presisi, akurasi dan tepat waktu yang mengarah pada perilaku produktif.
Kecakapan akademik dan kecakapan vokasional sebenarnya hanyalah penekanan. Bidang pekerjaan yang menekankan keterampilan manual, dalam batas tertentu juga memerlukan kecakapan akademik. Demikian sebaliknya, bidang pekerjaan yang menekankan kecakapan akademik, dalam batas tertentu juga memerlukan kecakapan vokasional. Bahkan antara GLS, AS dan VS terjadi saling terkait dan tumpang tindih. Bagian tumpang tindih antara GLS dengan AS, seringkali disebut kecakapan akademik dasar (basic academic skill), bagian tumpang tindih antara GLS dan VS sering disebut dengan kecakapan vokasional dasar (basic vocational skill), dan tumpang tindih antara AS dan VS sering disebut dengan kecakapan vokasional berbasis akademik (science based vocational skill).

PENGERTIAN STRESS


        Istilah stres banyak dipakai dimana-mana dengan arti yang berbeda-beda namun, pada intinya orang awam menggambarkanya sebagai keadaan tegang,bingung dan sebagainya. Kebanyakan pengertian awam mengarah kepada arti stres yang negatif.
          Sebenarnya, stres adalah bagian dari hidup kita sehari-hari yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas dari bangun hingga berangkat tidur. Stres dapat berakibat negatif atau positif sangat tergantung dari bagaimana kita mengelolahnya. Stres sebenarnya itu sendiri adalah reaksi tubuh terhadap tuntutan dan tekanan yang ditujukan kepadanya. Reaksi ini dapat ditandai melalui gejala fisiologis karna mekanisme ini digunakan tubuh untuk bertahan hidup. Sumber stres berasal dari berbagai situasi yang dihadapi yang penuh dengan tuntutan, dan tekanan maupun tantangan. Situasi ini dibutuhkan oleh seseorang untuk memacu motifasi dirinya sehingga kerja menjadi lebih produktif. Sebaiknya tuntutan, tantangan dan tekanan.

CONTOH LEMBAR KERJA SISWA


Diperiksa  Tanggal   :                                                               Nama       :
Nilai                         :                                                               Kelas        :
Oleh                         :                                                               NIS          :
                                                                                                 Waktu      : 1 x 45 menit

LEMBAR KERJA SISWA
Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan


Wacana.

Dalam kehidupan sehari-hari Pendapatan yang diterima oleh seseorang akan digunakan untuk pengeluaran konsumsi dan sisannya ditabung.
Sehingga besarnya Pendapatan akan sama dengan besarnya konsumsi ditambah dengan tabungan.
Rumus antara pendapatan dan konsumsi dapat digambarkan sebagai berikut :
Y = C  + S
Hubungan antara besarnya konsumsi dengan besarnya pendapatan disebut fungsi konsumsi. Sedangkan fungsi tabungan adalah hubungan antara besarnya tabungan dengan besarnya pendapatan.
Apabila fungsi konsumsi dan tabungan ditulis dalam notasi fungsi bentuk umumnya sebagai berikut :

C = f (y)         dan    S = f (y)

Dimana  :    C    = Konsumsi
S     = Seving (Tabungan)
y     = Pedapatan

Dalam bentuk persamaan linear akan berbentuk :
C = a + bx
Dan fungsi tabungan   S = -a + (1-b) y

Dimana       a = Konsumsi otonomi yaitu besarnya konsumsi pada saat pendapatan nol.
a dapat dicari dengan rumus berikut :

a = (APC – MPC) y n

Dalam menggambarkan fungi konsumsi dan tabungan digunakan patokan sebagai berikut :
1.      Sumbu datar menggambarkan Pendapatan (y )
2.      Sedangkan sumbu tegak menggambarkan konsumsi (C) dan tabungan (S)
3.      Garis skala adalah garis yang membagi sudut menjadi dua bagian yang sama dan menunjukkan  y = C
Alat dan Sumber :
A.    Alat
-          Penggaris

B.     Sumber
-          Ekonomi x, Esis
-          Ekonomi x, Erlangga
-          Buku lain yang relevan

Kegiatan :
Petunjuk:
1.      Baca buku sumber
2.      Kerjakan kegiatan berikut.

Soal :
Pada saat belum bekerja Bapak Sumpono mempunyai pengeluaran untuk konsumsi sebesar Rp.500.000,- . Saat sudah bekerja dengan pendapatan bersih Rp. 1.500.000,- perbulan, pengeluaran konsumsi menjadi Rp. 1.000.000,-.

Diminta :    a. Tentukan fungsi konsumsi
b. Tentukan fungsi tabungan
c. Gambar grafik fungsi konsumsi dan fungsi tabungan

Langkah-langkah kerja :
1.      Mencari niali   a = .......................
2.      Menentukan besarnya MPC (b) dengan rumus 
3.      Subtitusikan nilai  a dan b kedalam fungsi konsumsi
C = ...........................
4.      Tentukan fungsi tabungan   S = ............................
5.      Gambarlah grafik fungsi konsumsi dan fungsi tabungan dengan cara :
-          Menentukan titik potong sumbu C, S dan sumbu Y
-          Menentukan keseimbangan Y = C

Gb........................


Kesimpulan :   .........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................

UNDANGAN ULANG TAHUN BAHASA INGGRIS



To : ............................


Hello Guys........!!!

How Are You .....?? I hope you all be very well. Oh yeah ...... I want to invite you all come to my sweet seventeen parti. So, I very hope you will came.....!!

The party start
On Friday
Mey 16 th 2008
At 6 pm
In my house

Don’t missed it guys and I hope you all will come to my party, ok..... !!!



With love,



Helvi Pakan Lande