Minggu, 25 Agustus 2013

VIRUS DAN PERANANNYA BAGI KEHIDUPAN


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Kata virus berasal dari bahasa latin virion yang berarti racun, diartikan  sebagai racun karena hampir semua jenis dapat menyebabkan penyakit, baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia.
Dari banyak penelitian yang telah dilakukan para ilmuwan, ukuran virus sangat kecil bahkan lebih kecil daripada bakteri. Ini yang menyebabkan penelitian tentang virus baru dapat berkembang setelah ditemukannya bakteri. Adapun ukuran virus yang sangat kecil, diameter terkecil virus sekitar 17 nano meter dan diameter terbesar sebesar 100 nanometer. Para peneliti juga telah membuktikan bahwa virus dapat lolos dari saringan bakteri karena ukurannya sangat kecil, virus hanya dapat diamati menggunakan mikroskop elektron dan virus memiliki bentuk yang beraneka sagam yaitu bentuk bola, jarum, dan huruf T.
  
1.2.       Rumusan Masalah
-       Mengapa virus tidak digolongkan ke dalam kelompok mahluk hidup ?
-       Apa yang dimaksud dengan virus bersifat parasit obilgat ?
-       Siapakah nama dari seorang Ilmuwan Jerman yang menemukan bintik-bintik kuning pada daun tembakau
-       Bagaimanakah bentuk tubuh virus ?
1.3.       Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini untukmengetahui virus dan peranannya bagi kehidupan yang kiranya nanti dapat berguna dan dapat menambah pengetahuan kita tentang virus dan peranannya bagi kehidupan.

1.4.       Metode  Penulisan
Metode penulisan menggunakan study pustaka.
























BAB  II
PEMBAHASAN

Virus adalah racun karena hampir semua jenis virus dapat menyebabkan penyakit, baik pada tumbuhan, hewan atau manusia. Tubuh virus tersusun atas senyawa-senyawa seperti asam nukleat, protein, lopod dan karbohidrat.
Berdasarkan organisme yang diserangnya virus digolongkan menjadi tiga yaitu virus penyerang bakteri, virus penyerang tanaman serta virus penyerang hewan dan manusia.
1.    Peranan virus bagi kehidupan
a.    Virus yang menguntungkan/ dimanfaatkan dalam bidang rekayasa genetik maupun penelitian di bidang kedokteran sebagai:
-       Virus yang digunakan untuk memproduksi interferon
-       Profage dapat digunakan untuk mengubah fenotop bakteri sehingga sangat bermanfaat dalam bidang kedokteran
-       Virus digunakan untuk membuat vaksin. Beberapa vaksin yang sudah dikenal antara lain :
1.    Vaksin sabin atau salk yang mencegah Pollomielotus
2.    Vaksin pasteur untuk mencegah penyakit rabies
3.    Vaksin jenner untuk mencegah penyakit cacar
b.    Virus yang merugikan
©      Beberapa penyakit pada tumbuhan yang disebabkan virus sebagai berikut :
1.    Mosaik (bercak-bercak kuning) pada daun tembakau, bercak-bercak kuning ini menghambat pertumbuhan daun tembakau
2.    Daun menggulung terjadi pada tanaman kapas dan lebak
©      Beberapa penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus :
1.    New Castle Disease (NCD) penyakit ini menyerang  syaraf ternak unggas, misalnya ayam dan itik
2.    Foot and Mouth Disease (FMD) penyakit ini menyerang kuku dan mulut hewan seperti kerbau, sapi dan domba
3.    Cacar pada sapi.
©      Beberapa penyakit pada manusia yang disebabkan virus sebagai berikut :
1.    Influenza (flu) penyakit ini menyerang saluran pernafasan, gejala penyakit influensa antara lain; pilek, batuk, pening, dan suhu tubuh meningkat.
2.    Cacar, penyakit ini banyak menyerang anak-anak jika sembuh, penyakit ini meninggalkan bekas pada kulit penderita. Penyebab penyakit ini dapat melalui kontak langsung dan benda yang digunakan penderita saat sakit.
3.    Polio, penyakit ini disebabkan oleh Enterovirus. Virus polio menyerang sel syaraf otak anak balita sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan.
4.    Hepatitis, penyakit ini banyak jenisnya, tergantung dari jenis virus yang menginfeksi.
5.    Rabies, penyakit ini disebut juga penyakit anjing gila. Penyakit ini dapat ditularkan hewan penderita rabies ke manusia melalui gigitan. Hewan yang dapat membawa virus ini adalah anjing, kucing dan kera.
6.    Demam berdarah, penyakit ini merupakan penyakit musiman di Indonesia. Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue dan tularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
7.    AIDS, penyakit ini merupakan kelainan sistem akibat dari melemahnya sistem kekebalan tubuh. HIV dapat ditularkan kepada orang yang sehat melalui berbagai cara seperti hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, dan dari ibu penderita AIDS kepada anaknya yang masih dalam kandungan.
Sampai saat ini AIDS belum ada obatnya, oleh karena itu sebisa mungkin kita menghindari terinfeksi HIV dengan cara sebagai berikut :
1.    Tidak melakukan seks bebas/ berganti-ganti pasangan
2.    Tidak mengonsumsi narkoba/ memakai jarum suntik secara bergantian.
3.    Bagi penderita HIV tidak menjadi donor darah karena akan menularkan penyakitnya kepada orang lain.



BAB III
PENUTUP

3.1.       Kesimpulan
Virus adalah racun yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit baik pada tumbuhan, hewan, atau manusia. Virus dapat lolos dari saringan bakteri karena ukurannya yang sangat kecil, virus hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop elektron dengan pembesaran minimal 30.000 x.

3.2.       Saran
Kita sebagai manusia hendak nya menjaga kesehatan tubuh kita agar terhindar dari berbagai macam virus.

CARA PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO


I.         Pendahuluan
Penulisan ini berdasarkan di lapangan mengenai cara pengendalian hama penggerek buah kakao (PBK) Conopomorpha cramerella, snell.
Penulisan ini membicarakan pengendalian yang praktis pada tanaman kakao (Theo Broma Kakao) yang menjadi kendala pada para petani hingga banyak kerusakan yang merugikan.
Penulisan ini tidak luput dari kekurangan dan saran-saran guna perbaikan, saran dari Bapak Dosen sangat penulis harapkan untuk melengkapi.

1.      Latar Belakang
Kita ketahui bahwa yang dimaksud dengan hama adalah semua binatang yang mengganggu dan merugikan tanaman yang diusahakan. Pada umumnya masih banyak petani yang belum tahu perbedaan hama dan penyakit, sehingga pada waktu akan memberantas mereka keliru dan katakan itu penyakit.

2.      Tujuan dan Manfaat
a.       Pemangkasan kakao bertujuan untuk memperluas asimilasi hingga makin banyak menghasilkan karbohidrat ke buah.
b.      Mendapat pertumbuhan tajuk yang seimbang dan kokoh.
c.       Mengurangi kelembaban sehingga mengurangi insentitas serangan hama penyakit.
d.      Memudahkan pemeliharaan dan pemanenan
e.       Memperoleh hasil produksi yang tinggi.

II.      Pembahasan
Hama penggerek buah kakao (PBK) conopomorpha cramerella, snell, strategi pengendalian untuk jangka pendek memerlukan standar operasional yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan pengendalian di lapangan secara benar.
1.    Pemangkasan Produksi
Pemangkasan kakao bertujuan meningkatkan pembungaan dan pembuahan, memperbaiki aerasi kebun dan mempermudah manajemen tanaman. Pangkasan produksi sekaligus kontrol tinggi tajuk tanaman dilakukan dua kali setahun yakni pada akhir kemarau menjelang awal hujan (Oktober/ November) dan akhir musim hujan (Maret/April). Target cabang yang dipangkas adalah yang tingginya >4m. Pangkasan pemeliharaan dilakukan bulan Januari/Februari, dan Juli/Agustus. Wiwilan (pembuangan tunas air) dilakukan sebulan sekali atau dua kali tergantung pada laju tumbuhnya.
Pemupukan kakao bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tanaman dan produksi buah. Dengan hasil buah yang banyak diharapkan terjadi penurunan intensitas serangan dan tingkat kerusakan biji karena efek "pengenceran". Pupuk organik dan anorganik dapat digunakan, dengan dosis yang didasarkan pada hasil analisis tanah dan daun kakao.
Pohon penaung kakao berfungsi sebagai penyangga (buffer) faktor-faktor lingkungan yang kurang mendukung pertumbuhan dan produksi kakao. Makin marginal areal, maka populasi dan fungsi pohon penaung semakin besar. Apabila digunakan lamtoro atau Gliricidia, maka pada awal musim hujan sekitar 50% populasinya secara selang-seling dilakukan topping pada batas 1 m di atas tajuk kakao. Populasi 50% sisanya dilakukan topping pada tahun berikutnya. Percabangan selanjutnya perlu diatur agar tanaman kakao memperoleh sekitar 80% penyinaran langsung.
2.      Panen sering,
Dilakukan terhadap buah masak, masak fisiologis, dan buah terserang PBK. Interval panen 5-7 hari. Buah langsung dibelah dan diambil bijinya pada hari yang sama.
3.      Sanitasi
Yaitu melakukan pembenaman kulit buah dan plasenta dengan kedalaman sekitar 20 cm dari permukaan tanah. Pemanen mengumpulkan buah yang dipanen pada TPH (Tempat Pengumpulan Hasil). Jumlah TPH dan lubang sanitasi tergantung pada volume panen. Sebagai patokan, setiap 2-4 ha areal kakao diperlukan satu TPH dengan satu lubang sanitasi. Lubang segera ditutup tanah apabila kegiatan pemecahan buah telah selesai. Pada jadwal panen berikutnya, dibuat lubang sanitasi yang baru. Jika kesulitan melakukan pembenaman, kulit buah kakao dapat dicacah untuk dijadikan kompos atau pakan ternak. Pencacahan kulit buah kakao menggunakan alat pencacah (Shreader) yang dikembangkan olek Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, merupakan teknologi pengendalian PBK yang prospektif untuk dikembangkan. Teknologi ini digunakan untuk mengantisipasi kegiatan sanitasi atau pembenaman kulit buah yang sulit dilakukan pada musim panen raya. Pencacahan kulit buah selain dapat membunuh larva PBK, hasil cacahannya dapat digunakan sebagai sumber bahan organik dan sebagai pakan ternak yang mempunyai nilai gizi tinggi setelah melalui proses pengomposan .

4.  Penyemprotan Insektisida
-        Penyemprotan insektisida dilakukan terutama jika serangan PBK dengan kriteria berat sudah mencapai 30%.
-         Penyemprotan dilakukan pada saat buah kakao sebagian besar berumur 3 bulan atau berukuran panjang antara 8 -10 cm. Penyemprotan tidak efektif jika dilakukan terhadap buah dewasa (panjang >12cm). Sasaran penyemprotan adalah buah-buah kakao tempat imago PBK bertelur dan cabang-cabang horizontal tempat beristirahatnya imago PBK.
-          Insektisida yang digunakan dari golongan piretroid sintetik dan dianjurkan yang sudah diuji keefektifannya. Konsentrasi formulasi yang digunakan berkisar antara 0, 06% - 0,1 % atau sesuai anjuran pada kemasan pestisida, dengan menggunakan alat semprot knapsack sprayer, volume semprot 250 ml/pohon atau 250 l  per hektar.

5.  Penyarungan Buah
-          Penyarungan buah dilakukan pada buah umur 3 bulan yang diperkirakan panjang antara 8-10 cm, menggunakan kantong plastik lebar 15 cm, panjang 28 cm, tebal 0,2 mm, atau dapat juga menggunakan bahan lainnya seperti koran bekas, kertas semen, dll
-          Penyarungan kantong plastik dapat dilakukan menggunakan alat yang terbuat dari bambu atau pipa paralon (PVC) berdiameter 1,5 " (5 cm).
-          Penyarungan dilakukan terhadap semua pentil kakao pada musim pembuahan rendah, yaitu 3 bulan sebelum saat panen rendah. Pada periode panen raya, penyarungan buah dilakukan sesuai keinginan petani berapa produksi yang dikehendaki. Setiap daerah perlu menyesuaikan dengan pola panen di daerah tersebut, misalnya di Jawa saat penyarungan yang tepat adalah bulan Oktober-November, di Sumatera antara bulan Februari-Maret.


III.             Kesimpulan dan Saran
Strategi pengendalian PBK jangka panjang adalah penggunaan bahan tanam tahan, pemanfaatan agens hayati, dan penerapan teknologi pengendalian lainnya. Strategi ini merupakan program utama penelitian yang saat ini sedang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Hasil seleksi bahan tanam tahan PBK di Sumatera Utara telah diperoleh satu klon harapan tahan PBK yakni KW 514, sementara hasil seleksi di Ladongi, Sulawesi Tenggara didapatkan dua klon harapan tahan, yaitu ARDACIAR 25 dan ARDACIAR 10. Klon-klon tersebut saat ini sedang diuji multilokasi di beberapa daerah endemik PBK. Berdasarkan pengamatan komponen daya hasil dan mutu hasil, KW 514 memiliki potensi keunggulan sifat daya hasil dan mutu hasil, yaitu menghasilkan jumlah buah rata-rata mencapai 72 buah atau setara 3,88 kg biji kering/thn dengan berat kering 1,10 g/biji, dan jumlah biji per buah 49 biji.
IV.             Daftar Pustaka
Materi Penyuluhan Pertanian STPP Manokwari Tahun 2007.